| Panderman, Batu |
Bapaknya berkata,” Wahai anakku, kamu berjalanlah di muka bumi dan carilah makhluk yang paling buruk. Kalau sudah ketemu, bawalah kesini dan jangan pulang dulu sebelum kamu menemukannya.”
Anaknya menjawab,” Iya Pak, aku akan berjalan menyusuri seluruh permukaan bumi dan menemukan apa yang Bapak minta.”
Dalam perjalanannya, dia bertemu dengan seorang pelacur. Anak itu berkata,”Dialah makhluk Allah yang paling buruk. Dia selalu melakukan dosa besar.”
Ketika dia akan mendatangi, muncul perasaan dalam hatinya,”Oh belum. Karena dia suatu saat bisa taubat. Bukan, bukan paling buruk.”
Dia terus berjalan di muka bumi dan bertemu dengan koruptor, maling, perampok, pembunuh, dan lain-lain tapi selalu muncul perasaan itu. Sampai akhirnya setelah sekian bulan perjalanannya, dia ketemu seekor anjing. Anjing itu kotor, bulukan, penyakitan, kurus, dan jelek sekali. Kemudian di menyimpulkan, ini yang paling buruk. Sudah najis dan paling jelek. Kemudian anjing itu dia tangkap, ditali dan dia bawa pulang. Kemudian dia berjalan menuju rumahnya. Ketika mendekati rumahnya, tiba-tiba muncul dalam pikirannya,” Lantas apa salahnya anjing ini? Kenapa dia paling buruk? Dia tidak pernah berbuat dosa. Dia memang diciptakan seperti ini.” Akhirnya anjing tersebut dilepas.
Kemudian dia pulang dengan dirinya sendiri menghadap bapaknya.
Bapaknya bertanya,”Mana makhluk yang paling buruk?”
Anak itu menjawab,”Saya makhluk yang paling buruk.”
“Kenapa kamu mengatakan seperti itu?” tanya bapaknya.
“Semua orang yang pernah saya lihat buruk masih punya kemungkinan untuk bertaubat dan melakukan kebaikan. Sementara saya hanya melihat mereka. Saya tidak pernah melihat diri saya sendiri. Maka sayalah yang paling buruk. Karena aku merasa yang paling buruk, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk menjadi makhluk yang baik di hadapan Allah.” Jawab anak itu dengan tegas.
#PengingatDiri
Komentar
Posting Komentar