Langsung ke konten utama

Tautan Hati

Tautan yang berarti hubungan, kaitan, atau gabungan. Menautkan bermakna menghubungkan, mengkaitkan, menggabungkan, atau menyambungkan dua buah benda atau lebih menjadi satu kesatuan. Dalam menautkan suatu benda, dibutuhkan benda lain sebagai alat/perantara untuk bisa merekatkan. Misalnya menautkan besi dengan besi menggunakan las. Menautkan kertas dengan kertas menggunakan lem. Menautkan kayu dengan kayu menggunakan paku. Menautkannya juga harus menggunakan perantara yang benar. Misalnya menautkan kertas dengan kertas menggunakan las. Apa yang akan terjadi? Tidak akan bisa ditautkan.

Bagaimana untuk menautkan hati? Menautkan hati juga perlu perantara. Lalu apa perantaranya? Ya, perantara untuk menautkan hati adalah dengan cinta. Cinta memang bisa menautkan hati, tapi itu tidak akan bertahan lama jika cintanya diberikan kepada makhluk. Karena ada yang menggenggam dan membolak-balikkan hati, yaitu Allah SWT. Maka dari itu Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita sebuah doa "YAA MUQALLIBAL QULUUB, TSABBIT QALBII ‘ALAA DIINIKA WA ‘ALAA THOO’ATHIK." yang artinya "Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu dan di atas ketaatan kepada-Mu". Tautan hati tidak akan bisa terjadi melalui cinta sesama makhluk. Tautan hati bisa terjadi dan akan bertahan lama jika sama-sama menaburkan cinta kepada Allah. Semoga Allah memberikan hidayah-Nya kepada kita semua. Aamiin...



 #CoretanKecil

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sopir Bus yang Beruntung

Di pintu akhirat seorang malaikat menanyai seorang Sopir Bus. “Apa kerjamu selama di dunia?” tanya malaikat itu. “Saya Sopir Bus, Malaikat.” lalu Malaikat itu memberikan kamar yang mewah untuk Sopir Bus tersebut dan peralatan yang terbuat dari emas. Lalu datang seseorang lagi. “Apa kerja kamu di dunia?” tanya malaikat tersebut. “Saya Kepala Daerah dan juga juru dakwah, Malaikat.” lalu Malaikat itu memberikan kamar yang kecil dan peralatan dari kayu. Kemudian orang tersebut protes. “Pak kenapa kok saya yang Kepala Daerah sekaligus juru dakwah mendapatkan yang lebih rendah dari seorang Sopir Bus?” Dengan tenang malaikat itu menjawab: “Begini Pak. Pada saat Bapak ceramah, Bapak membuat orang-orang semua ngantuk dan tertidur sehingga melupakan Tuhan. Sedangkan pada saat Sopir Bus mengemudi dengan ngebut, ia membuat orang-orang berdoa”. # JustForFun

Hitam dan Gelap

Hitam tak selalu buruk. Gelap tak selalu buruk. Hitam dan gelap itu ada karena adanya putih dan terang. Suatu saat dibutuhkan warna hitam agar yang putih bisa tampak. Suatu ketika dibutuhkan kegelapan agar cahaya yang kecil tampak terang benderang. Semua keadaan itu harus saling berdialektika dan bekerjasama untuk membentuk suatu harmoni yang indah. Tidak ada yang buruk di dunia ini. Semua akan bernilai baik jika dilakukan pada tempat dan waktu yang tepat. Sesuatu yang biasanya dianggap buruk akan bernilai baik jika dilakukan pada waktu dan tempat yang tempat, begitu pun sebaliknya. Let's do everything in the right time and the right place. #CoretanKecil

Optimisme

Pantai Papuma, Jember Optimisme, itulah sifat yg terkadang muncul dalam kehidupan kita. Sikap optimis telah memandang hidup kita sebagai anugerah terbaik. Tak ada sesuatu yg terjadi begitu saja dan mengalir sia-sia. Pasti ada sebab, maksud, dan tujuannya. Mungkin suatu saat kita mengalami pengalaman buruk dan tak mengenakkan. Hal itu disebut sebagai keburukan karena kita hanya melihat dari salah satu sisi saja. Bila kita bisa melihat ke sisi yang lain, kita akan menemukan pemandangan yang jauh ber beda. Kita tak harus menjadi orang yang terus tersenyum dan menampakkan wajah yang ceria dibalik kekeruhan hati. Optimisme terletak di dalam hati, bukan hanya terpampang di wajah. Jika hati kita sebening kaca, maka aura yang terpancar di wajah akan semakin terang. Jadilah optimis, karena hidup ini terlalu rumit untuk dipandang dengan mengerutkan alis. Setiap tetes air yang keluar dari mata air tahu mereka mengalir menuju ke laut. Meski harus melalui anak sungai, selokan,...