Manusia adalah makhluk Allah yang secara
sikap dan perilakunya berada diantara malaikat dan syetan. Jika seorang
manusia melakukan kebaikan dan ketaatan kepada Allah, maka derajatnya
bisa saja lebih tinggi dari malaikat. Tetapi sebaliknya, jika seorang
manusia melakukan keburukan, maka bisa saja derajatnya lebih rendah dari
syetan. Potensinya sama besar untuk menjadi salah satunya.Tapi manusia
punya nurani yang tidak dimiliki oleh kedua makhluk Allah tersebut.
Sifat dasar dari nurani manusia mendorong manusia untuk kembali kepada
Allah. Tapi lagi-lagi menusia dilengkapi dengan perangkat lain yang bisa
mendorongnya untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan
nuraninya. Perangkat itu bernama nafsu. Nafsu diciptakan oleh Allah
untuk bisa menghidupi raga/jasad. Tanpa nafsu, raga/jasad tidak akan bisa hidup. Tetapi ketika nafsu itu tidak dikendalikan,
ia akan menjadikan manusia sebagai makhluk yang hina.
Manusia adalah makhluk yang sempurna. Semua ada didalam tubuh manusia. Tidak ada yang buruk di dalamnya, semuanya baik untuk keberlangsungan hidup manusia di dunia. Semua yang baik ini akan menjadi buruk jika digunakan pada waktu dan tempat yang tidak tepat. Semua yang diciptakan Allah adalah baik. Untuk selanjutnya, tergantung bagaimana pengelolaannya.
Manusia adalah makhluk yang sempurna. Semua ada didalam tubuh manusia. Tidak ada yang buruk di dalamnya, semuanya baik untuk keberlangsungan hidup manusia di dunia. Semua yang baik ini akan menjadi buruk jika digunakan pada waktu dan tempat yang tidak tepat. Semua yang diciptakan Allah adalah baik. Untuk selanjutnya, tergantung bagaimana pengelolaannya.
Tunggu sebentar. Sebenarnya tulisan ini tidak mengarah ke sini. Hehe...
Kebablasan. Haha
Hal itu merupakan salah satu sifat manusia. Sering kali berlebihan dalam melakukan sesuatu.
Yah, itulah aku. Aku hanyalah manusia biasa. Aku bukanlah orang yang baik. Setidaknya itulah anggapan yang selalu ku lakukan untuk diriku sendiri. Karena aku bukan orang yang baik, maka perkerjaan terpentingku adalah membuat kebaikan. Aku adalah orang yang jahat, maka yang aku lakukan adalah menghindari kejahatan sebisa mungkin agar aku tidak semakin jahat. Mungkin itulah pedoman yang baik untuk diriku. Aku tidak akan merasa bahwa diriku baik karena aku tidak akan terdorong untuk melakukan kebaikan dan itu berbahaya untuk diriku.
Aku adalah manusia, bukan malaikat. Aku tidak akan tahan kalau jadi malaikat. Karena tidak tahan, mungkin saja setelah itu aku akan diam-diam menjadi syetan. Lebih baik aku menjadi manusia, iya jadi manusia yang mengerti akan sifat kemanusiaan.
-WN
Kebablasan. Haha
Hal itu merupakan salah satu sifat manusia. Sering kali berlebihan dalam melakukan sesuatu.
Yah, itulah aku. Aku hanyalah manusia biasa. Aku bukanlah orang yang baik. Setidaknya itulah anggapan yang selalu ku lakukan untuk diriku sendiri. Karena aku bukan orang yang baik, maka perkerjaan terpentingku adalah membuat kebaikan. Aku adalah orang yang jahat, maka yang aku lakukan adalah menghindari kejahatan sebisa mungkin agar aku tidak semakin jahat. Mungkin itulah pedoman yang baik untuk diriku. Aku tidak akan merasa bahwa diriku baik karena aku tidak akan terdorong untuk melakukan kebaikan dan itu berbahaya untuk diriku.
Aku adalah manusia, bukan malaikat. Aku tidak akan tahan kalau jadi malaikat. Karena tidak tahan, mungkin saja setelah itu aku akan diam-diam menjadi syetan. Lebih baik aku menjadi manusia, iya jadi manusia yang mengerti akan sifat kemanusiaan.
-WN

Komentar
Posting Komentar