Langsung ke konten utama

Jadilah Manusia

Manusia adalah makhluk Allah yang secara sikap dan perilakunya berada diantara malaikat dan syetan. Jika seorang manusia melakukan kebaikan dan ketaatan kepada Allah, maka derajatnya bisa saja lebih tinggi dari malaikat. Tetapi sebaliknya, jika seorang manusia melakukan keburukan, maka bisa saja derajatnya lebih rendah dari syetan. Potensinya sama besar untuk menjadi salah satunya.Tapi manusia punya nurani yang tidak dimiliki oleh kedua makhluk Allah tersebut. Sifat dasar dari nurani manusia mendorong manusia untuk kembali kepada Allah. Tapi lagi-lagi menusia dilengkapi dengan perangkat lain yang bisa mendorongnya untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan nuraninya. Perangkat itu bernama nafsu. Nafsu diciptakan oleh Allah untuk bisa menghidupi raga/jasad. Tanpa nafsu, raga/jasad tidak akan bisa hidup. Tetapi ketika nafsu itu tidak dikendalikan, ia akan menjadikan manusia sebagai makhluk yang hina.
Manusia adalah makhluk yang sempurna. Semua ada didalam tubuh manusia. Tidak ada yang buruk di dalamnya, semuanya baik untuk keberlangsungan hidup manusia di dunia. Semua yang baik ini akan menjadi buruk jika digunakan pada waktu dan tempat yang tidak tepat. Semua yang diciptakan Allah adalah baik. Untuk selanjutnya, tergantung bagaimana pengelolaannya.

Tunggu sebentar. Sebenarnya tulisan ini tidak mengarah ke sini. Hehe...
Kebablasan. Haha

Hal itu merupakan salah satu sifat manusia. Sering kali berlebihan dalam melakukan sesuatu.
Yah, itulah aku. Aku hanyalah manusia biasa. Aku bukanlah orang yang baik. Setidaknya itulah anggapan yang selalu ku lakukan untuk diriku sendiri. Karena aku bukan orang yang baik, maka perkerjaan terpentingku adalah membuat kebaikan. Aku adalah orang yang jahat, maka yang aku lakukan adalah menghindari kejahatan sebisa mungkin agar aku tidak semakin jahat. Mungkin itulah pedoman yang baik untuk diriku. Aku tidak akan merasa bahwa diriku baik karena aku tidak akan terdorong untuk melakukan kebaikan dan itu berbahaya untuk diriku.

Aku adalah manusia, bukan malaikat. Aku tidak akan tahan kalau jadi malaikat. Karena tidak tahan, mungkin saja setelah itu aku akan diam-diam menjadi syetan. Lebih baik aku menjadi manusia, iya jadi manusia yang mengerti akan sifat kemanusiaan.


-WN

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sopir Bus yang Beruntung

Di pintu akhirat seorang malaikat menanyai seorang Sopir Bus. “Apa kerjamu selama di dunia?” tanya malaikat itu. “Saya Sopir Bus, Malaikat.” lalu Malaikat itu memberikan kamar yang mewah untuk Sopir Bus tersebut dan peralatan yang terbuat dari emas. Lalu datang seseorang lagi. “Apa kerja kamu di dunia?” tanya malaikat tersebut. “Saya Kepala Daerah dan juga juru dakwah, Malaikat.” lalu Malaikat itu memberikan kamar yang kecil dan peralatan dari kayu. Kemudian orang tersebut protes. “Pak kenapa kok saya yang Kepala Daerah sekaligus juru dakwah mendapatkan yang lebih rendah dari seorang Sopir Bus?” Dengan tenang malaikat itu menjawab: “Begini Pak. Pada saat Bapak ceramah, Bapak membuat orang-orang semua ngantuk dan tertidur sehingga melupakan Tuhan. Sedangkan pada saat Sopir Bus mengemudi dengan ngebut, ia membuat orang-orang berdoa”. # JustForFun

Hitam dan Gelap

Hitam tak selalu buruk. Gelap tak selalu buruk. Hitam dan gelap itu ada karena adanya putih dan terang. Suatu saat dibutuhkan warna hitam agar yang putih bisa tampak. Suatu ketika dibutuhkan kegelapan agar cahaya yang kecil tampak terang benderang. Semua keadaan itu harus saling berdialektika dan bekerjasama untuk membentuk suatu harmoni yang indah. Tidak ada yang buruk di dunia ini. Semua akan bernilai baik jika dilakukan pada tempat dan waktu yang tepat. Sesuatu yang biasanya dianggap buruk akan bernilai baik jika dilakukan pada waktu dan tempat yang tempat, begitu pun sebaliknya. Let's do everything in the right time and the right place. #CoretanKecil

Optimisme

Pantai Papuma, Jember Optimisme, itulah sifat yg terkadang muncul dalam kehidupan kita. Sikap optimis telah memandang hidup kita sebagai anugerah terbaik. Tak ada sesuatu yg terjadi begitu saja dan mengalir sia-sia. Pasti ada sebab, maksud, dan tujuannya. Mungkin suatu saat kita mengalami pengalaman buruk dan tak mengenakkan. Hal itu disebut sebagai keburukan karena kita hanya melihat dari salah satu sisi saja. Bila kita bisa melihat ke sisi yang lain, kita akan menemukan pemandangan yang jauh ber beda. Kita tak harus menjadi orang yang terus tersenyum dan menampakkan wajah yang ceria dibalik kekeruhan hati. Optimisme terletak di dalam hati, bukan hanya terpampang di wajah. Jika hati kita sebening kaca, maka aura yang terpancar di wajah akan semakin terang. Jadilah optimis, karena hidup ini terlalu rumit untuk dipandang dengan mengerutkan alis. Setiap tetes air yang keluar dari mata air tahu mereka mengalir menuju ke laut. Meski harus melalui anak sungai, selokan,...